<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=13458168&amp;blogName=Bismillahirrohmanirroheem&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fdinawindi.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fdinawindi.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

Met Milad

Thursday, August 27, 2009


Meski tak bertatap muka..

Meski tak membaca langsung..
meski tak mendengar langsung...

Met Milad...
untukmu Sang Pejuang...

Smoga menjadi leih baik untuk segala hal..

Met Milad...

Untukmu teman...

Tuesday, August 25, 2009

rasa sakkit dan kecewa itu..
masih kah ada?

Maaf..
untukmu yag selalu menjagaku..
untukmu yang selalu berusaha ada..
untukmu yang selalu membantuku..
teman..

Teman..
terkadang aku berfikir

kebaikan itu palsu kah..?
mengharap dan berharap
Astagfirullahal`adzim..
maaf atas su`udzonku..

Teman..
aku hanya ingin jujur..
padamu dan pada diriku snediri..
atas sebuah rasa..

taukah kamu temna..
saat kamu terlihat bhagia waktu itu..
begitu aku merasa sebaliknya
Sedih.. dan itu tak bisa kuungkapkan

---

Teman...
renggangnya ukhuwah ini..
kuharap hanya sementara..

Teman...
Betapa besarnya yang kamu perbuat untukku..
yah..untukku..
Aku tau dan aku ingat..

dan kusadari betapa kecilnya yang aku lakukan untukmu..
minimal dengan sbeuah kejujuran yang bisa aku berikan
karena aku menghargaimu dan menghargai diriku
meski kejujuran itu pula yang membuat ukhuwah kitamenjadi renggang..

Ataukah engkau mengharapkan bahagia dalam sebuah kebohongan?

tidak..
Aku tdak bisa..

Teman...
Aku sungguh tak tau
apa arti bahagia itu?

Bahagia apa yang kamu tayakan itu?

bahagiakah aku?

Bahagia hanya untuk orang2 yang mengenal ikhlas, tawakal,dan selalu istiqomah
padaNya dan jalanNya

Dan aku sednag berusaha untuk itu...
Salahkah??

teman...
Jika memang dengan sikap itu
kmu bisa menjadi lebih baik..

tak apa..
Bukankah itu suatu proses untukmu dan untukku ?
Agar kita menjadi lebih dewasa..

Untuk mngenal arti sebuah rasa
Untuk mengenal arti sebuah kata maaf..
menerima maaf dan permohonan maaf..

Smoga aku ikhlas ..

Teman..
Sungguh aku mohon maaf...


Untukmu ....

maaf atas ketidak mengertianku..
Maaf atas ketidakpahamanku..
Maaf untuk segala...

Bahagiakah atas keputusan itu?

Aku Amini semua yang engkau doakan untukku..
Meski tetp ada airmata
Meski ada harap bahwa semua akan kembali..
Dan menjadi lebih baik..
Menjadi ssuatu yang kita harapkan..

Mungkinkah aku sudah gila dengan semua ini?

Bagaimana aku menyinkronkan hati dan pikiran ini..

Rasa itu...
apakah sekedar ego..?
sekedar nafsu..?
ataukah fitrah Illah..?


Membencimu adahal hal yang ta bisa aku lakukan...
sebanyak dan sebesar apapun yang menyimpang itu?

Mungkinkah ku terlalu memahamimu?
ataukah ku terlalu lamban ?
atau mungkin ku yang terlalu bodoh?

Segala rasa itu..
sering aku ertayakan.
padamu dan PadaMU

Karena aku tak mengerti..
tak tau
kenapa dan mengapa?

Biarlah semua berjalan karena Fitrah Ilahi..
salah kah?

Biarlah kucoba mensyukuri karena Illahi..

Friday, August 21, 2009

Puasa..
Puasa ini hanya bisa ku ucapkan dengan hati
dan diriku yang mungkin tak kau tau

tau kah?

Ukhuwah ...

Monday, July 20, 2009


Apabila kau ingin berteman,
Janganlah kerana kelebihannya,
Kerana mungkin dengan satu kelemahan,
Kau mungkin akan menjauhinya.

Andai kau ingin berteman,
Janganlah kerana kebaikannya,
Kerana mungkin dengan satu keburukan,
Kau akan membencinya

Andai kau ingin sahabat yang satu,
Janganlah kerana ilmunya,
Kerana apabila dia buntu,
Kau mungkin akan memfitnahnya.

Andai kau ingin seorang teman,
Janganlah kerana sifat cerianya
Kerana andai dia tidak pandai menceriakan,
Kau mungkin kan menyalahkannya.

Andai kau ingin bersahabat,
Terimalah dia seadanya,
Kerana dia seorang sahabat,
Yang hanya manusia biasa..

Jangan diharapkan sempurna
Kerana kau juga tidak sempurna..
Tiada yang biasa-biasa,
Menjadi satu yang sempurna.

Tapi bersahabatlah kerana Allah
Bersahabatlah kerana aqidah Islam
Bersahabatlah kerana kita saudara fillah,
Yang sama-sama dinaungi Islam.


NB : kiriman dari seseorang

Kepada Siapakah... ?

Friday, July 17, 2009


Kepada siapa hati ini harus bergantung??
Kepada siapa hati ini harus bersandar??
Dan Kepada siapa jiwa ini harus Kuserah??

KepadaMu kah ya Robbi..
Atau kepada secuil pekerjaan yang menjanjikan??
Atau bahkan kepada mereka yang katanya menjamin kebahagiaanku?
Atau kepada siapakah??

Ya ALLAH,
jadikanlah kami orang-orang yang hanya bertawakal kepada-Mu.

jadikanlah kami orang-orang yang selalu bersandar kepada-Mu.

jadikanlah kami orang-orang yang selalu berserah diri kepada-Mu.

 jadikanlah kami orang-orang yang menggantungkan hatinya hanya kepada-Mu.
Amiiin
-- Diambil dari sebuah buletin --

Sebuah PertemuaN

Wednesday, July 01, 2009


Ketika diri mencari sinar
Secebis cahaya menerangi laluan
Ada kalanya langkahku tersasar
Tersungkur di lembah kegelapan

Bagaikan terdengar bisikan rindu
Mengalun kalimah menyapa keinsafan
Kehadiranmu menyentuh kalbu
Menyalakan obor pengharapan



Tika ku kealpaan

Kau bisikkan bicara keinsafan
Kau beri kekuatan,
tika aku Diuji dengan dugaan?

Saat ku kehilangan keyakinan
Kau nyalakan harapan
Saat ku meragukan keampunan Tuhan
Kau katakan rahmat-Nya mengatasi segala


Menitis airmataku keharuan
Kepada sebuah pertemuan
Kehadiranmu mendamaikan
Hati yang dahulu keresahan

Cinta yang semakin kesamaran
Kau gilap cahaya kebahagiaan
Tulus keikhlasan menjadi ikatan
Dengan restu kasih-Mu, oh Tuhan


Titisan air mata menyubur cinta
Dan rindu pun berbunga
Mekar tidak pernah layu
Damainya hati Yang dulu resah keliru

Cintaku takkan pudar diuji dugaan
Mengharum dalam harapan
Moga kan kesampaian kepada Tuhan
Lantaran diri hamba kerdil dan hina

Syukur sungguh di hati ini
Dikurniakan teman sejati
Menunjuk jalan dekati-Nya
Tika diri dalam kebuntuan

Betapa aku menghargai
Kejujuran yang kau beri
Mengajarku mengenal erti Cinta hakiki yang abadi
Tiada yang menjadi impian Selain rahmat kasih-Mu Tuhan
Yang terbias pada ketulusan


Sekeping hati ...
seorang insan ...
Bernama teman ...



-- by UNIC --

.....

Thursday, June 18, 2009



percuma saja semua itu..
jika tak ada yang memahami..

Tak bisakah kita belajar dari hal kemaren??
Tak bisakah kita menjadi lebih baik dari kemaren??
Entah apa itu substansinya...

Adakah substansi??
Adakah asa??
Atau justru ada luka?

semua berjalan dengan keegoisan..
aku kah?

ketidak baikan..?
aku kah?

yah... mungkin akan selalu aku?
itu kah?

segala tanya tak pernah terjawab...

Ada jawab tapi tidak
Ada isi tapi kosong

mengertikah?
pahamkah?